Sabtu, 22 Februari 2014

Jatuhnya Derajad Manusia karena Suap

Assalamualaikum ,

Ahlan wasahlan sahabat yang baik hatinya , sedikit pemikiran saya untuk sahabat tentang RISYWAH /SUAP.

Risywah/Suap ( sogok) adalah suatu tindakan yang tidak terpuji dan sangat merugikan orang lain  sedangkan mereka mengetahui keburukan sifat ini .seperti firman Allah :

وَلا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوا بِهَا إِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوا فَرِيقًا مِنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالإثْمِ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ (188)

Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 188).

Dari Firman Allah diatas jelas mengatakan kata larangan , tetapi sayangnya sebahagian dari kita mengabaikan larangan ini , terlalu menikmati dunia dan tidak mempedulikan sesama  keserakahan telah membutakan hati dan menulikan telinga serta mengaburkan hak hak orang yang membutuhkan , bukankah ini lebih kejam dari membunuh ??

Dalam hidup bermasyarakat kita selalu mendengar dan menyaksikan praktek praktek "kotor" yang dilakukan pejabat pemerintahan maupun swasta untuk memuluskan sesuatu . Tentunya dengan menerima ataupun memberi risywah / suap , mereka sebagai pelaku bukanlah orang yang tidak mengerti hukum agama maupun negara , namun hati dan telinga mereka sudah buta sehingga mengenyampingkan itu semua demi kepuasan duniawi , perumpamaan orang seperti ini disindir Allah dalam Aqur'an

Firman Allah:
(مَثَلُ الَّذِينَ حُمِّلُوا التَّوْرَاةَ ثُمَّ لَمْ يَحْمِلُوهَا كَمَثَلِ الْحِمَارِ يَحْمِلُ أَسْفَاراً بِئْسَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِ اللَّهِ وَاللَّهُ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ)
"Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat, kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa Kitab-Kitab yang tebal. Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu. dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang zalim." (QS. Al-Jumuah: 5) 

maksud dari Firman Allah diatas  jelas sekali seorang yang yang diberi ilmu dan mengetahui ilmu namun tidak mengamalkannya disindir Allah dengan perumpamaan seekor keledai , mengapa ? , karena keledai yang disebutkan di ayat mengerti akan beratnya pikulan tetapi tidak mengerti isi dari apa yang dia pikul , sifat keledai bersuara berteriak teriak ketika lapar dan haus dan diam ketika kenyang .
sungguh perumpamaan keledai ini sangat cocok dengan fenomena bernegara kita sa'at ini bukan ?? Na'udzubillah !!!

Dalam bernegara dan berpolitik seseorang dibebankan sebuah tanggungjawab besar untuk menjalankan amanah orang atau lembaga  yang mereka pimpin mereka harus faham betul dengan konseksensi dari seorang yang diamanahkan rakyat , mengerti betul keinginan dan megaspirasikan nya bukam malah sebaliknya , membutuhkan masyarakat ketika ingin menjabat tetapi senyap dan sibuk mengumpulkan pundi pundi haram ketika menjabat sehingga lupa dengan janji janji yang ia suguhkan ke masyarakat , apakah ini disebut amanah ? . Na'udzubillah !!!

Sahabat , simak sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam ini :
العائد في هبته كالكلب يقيء ثم يعود في قيئه
"Orang yang meminta kembali sesuatu yang telah dia beri, bagaikan anjing yang muntah kemudian dia jilat sendiri muntahnya." 

Beliau juga bersabda, "Tidak boleh bagi kami memberikan contoh yang buruk." 

Dari sedikit penjabaran diatas jelaslah sudah Derajad manusia yang meminpin suatu kaum akan jatuh dan lebih hina dari hewan Keledai dan anjing .

banyak contoh kasus , pejabat yang dihormati dan disegani punya segalanya berakhir di jeruji besi karena risywah / suap . derajat yang tadinya tinggi dikenal sepelosok negeri tiba tiba dijatuhkan Allah menjadi hina di balik jeruji , ini fakta !!!

 Semua kembali kepada kita wahai rakyat yang mencari pemimpin dan wakil yang amanah ...
pilihlah yang berbuat tanpa pamrih dan mengerti betul apa yang menjadi aspirasi , jangan memilih mereka yang seperti keledai , berkoar koar dan bersilat lidah mengumbar janji janji tetapi setelah duduk mereka lupa , lupa dengan apa yang diamanahkan , lupa dengan tanggungjawab yang dia inginkan dahulunya , lupa segala galanya .

sahabat yang baik hati , terimakasih atas kunjungannya



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SILAHKAN SHARE POSTING INI KE JEJARING SOSIAL DIBAWAH

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites Temanku